Para Ilmuwan dalam Perubahan Iklim
 
Sumber Alam Berharga di Bumi: Pentingnya Hidrologi   
Jika anda ingin menambahkan video ini ke dalam blog atau website pribadi anda, silahkan klik link berikut untuk mendapatkan source code-nya.  ambil source code   Cetak
( 47 MB )

Selamat datang pemirsa yang tercerahkan di acara Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita. Seperti yang kita ketahui semua, iklim Bumi sedang berubah dan fenomena ini terbukti pada Arktik, dimana permafrost sedang mencair, dan gletser serta es laut menyusut pada kecepatan yang terjadi di luar perkiraan ilmuwan. 

Dengan pemanasan yang semakin parah, banyak gas-gas rumah kaca seperti metana yang telah lama terperangkap di bawah permafrost menjadi terlepas ke dalam atmosfer dan akan mempercepat proses pemanasan global.

Dengan peranannya yang vital di dalam keseimbangan biosfer kita, perubahan di Arktik ini tidak hanya akan mempengaruhi orang lokal dan ekosistemnya, tetapi juga akan mempengaruhi secara global.

Nyatanya, kebanyakan dari wilayah Arktik tidak dihuni, tetapi Kota Norwegia dari Longyearbyen dihuni oleh sekitar 2.000 penduduk. Kota itu terletak di Pantai Isfjorden dari Spitsbergen, Pulau utama Svalbard di pertengahan jalan antara Kutub Utara dan Eropa.

Selama beberapa dasawarsa, Spitsbergen telah mempesona penjelajah kutub dan ilmuwan. Baru-baru ini, selama Tahun Kutub Internasional, beberapa proyek telah mempelajari akibat dari perubahan sistem hidrologi di Arktik atas iklim global. 

Itu tidak mengherankan bahwa ilmuwan memilih Longeyearbyen di daerah terpencil utara Svalbard dengan judul konferensi, “Hidrologi Iklim di Arktik.”

Supreme Master Television meliput konferensi dan mendapat wawasan dari para ahli iklim serta ahli-ahli lainnya. Mereka mengekspresikan pandangan-pandangan mereka tentang perubahan hidrologi dan dampaknya terhadap  iklim.

PEMBAWA ACARA:

Dr. Erland Källen adalah profesor meteorologi dinamis di Universitas Stockholm di ibukota Swedia. Profesor Källen menjelaskan masalah mundurnya es laut di Arktik dan implikasi-implikasinya.

Dr. Erland Källen:
Kita telah melihat pencairan yang parah dari es di Lautan Arktik selama 50 tahun terakhir ini dan sesudahnya.

Tetapi di tahun 2007, jumlah es yang ada memecahkan rekor terendah dan hal ini tidak pernah diduga oleh siapapun sebelumnya.
 



Dan kami merasa bahwa hal itu terutama terjadi karena perubahan-perubahan dalam sirkulasi atmosfer dalam skala besar dan juga mungkin oleh arus lautan sampai tingkat tertentu.

Tetapi kita masih belum memahami sepenuhnya apa yang terjadi tahun 2007.

SUPREME MASTER TV:
Apakah hidrologi di Arktik memiliki implikasi di Arktik dan juga implikasi-implikasi global?

Killingtveit:
Ya, hidrologi di Arktik saat ini telah berubah karena pencairan es sehingga menciptakan sungai dan air itu mengalir ke Lautan Arktik.

Ini tentu mempengaruhi kondisi-kondisi es seperti yang sering kita dengar tentang Lautan Arktik karena jumlah air di laut akan memiliki pengaruh bagi es.

Dan bahkan ada teori yang mengatakan bahwa formasi air di laut telah berubah, hal ini dapat mempengaruhi iklim seluruh dunia. Lalu banyak gletser yang mencair; itu dapat menimbulkan kenaikan permukaan air laut sehingga saya pikir itulah perubahan yang paling penting bagi penduduk dunia lainnya, tetapi tentunya bagi penduduk yang tinggal di Arktik itu dapat menjadi akibat lokal juga, seperti ketika permafrost mencair, rumah-rumah tenggelam, atau jalan-jalan rusak, bandara rusak, dan seterusnya.

Jadi, ada konsekuensi lokal dan global.

PEMBAWA ACARA:
Dengan gelar Doktor dalam teori fisika dari Universitas Oslo, Norwegia, Dr. Knut H. Afsen telah memimpin banyak tim peneliti dalam penelitian-penelitian perubahan iklim.

Saat ini Dr. Afsen adalah Direktur Penelitian di Biro Statistik Norwegia. Sebelumnya beliau bekerja sebagai direktur CICERO Pusat Penelitian Iklim sejak tahun 1997 sampai tahun 2002 serta sebagai direktur penelitian di Institut Teknologi Energi.

SUPREME MASTER TV:
Berdasarkan keahlian Anda, bagaimana hilangnya permafrost dan habisnya air tanah berdampak pada perubahan iklim regional?

Dr. Knut H. Alfsen:
Bukan hanya perubahan-perubahan regional,
maksud saya dengan hilangnya permafrost, Anda kehilangan kepadatan tanah. Sehingga, sangat sulit untuk membuat konstruksi di daerah tersebut dan sebagai contoh ada banyak perumahan yang telah mengalami kerusakan besar.

Tetapi yang lebih penting, ketika Anda kehilangan permafrost, kita juga memiliki kemungkinan melepaskan gas metana dan karbon dioksida dari tanah yang akan mempertinggi jumlah gas rumah kaca.

Dan kami memperoleh tanggapan balik yang benar-benar berbahaya. Jadi, kehilangan permafrost adalah tanda yang berbahaya.

PEMBAWA ACARA:

Dr. Ånund Killingtveit adalah seorang profesor pada Departemen Teknik Hidrolik dan Lingkungan (IVB) di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia (NTNU) yang telah bekerja secara luas pada proyek-proyek di bagian-bagian hidrologi, managemen sumber-sumber daya air, dan informasi hidrologi.

Beliau memiliki pengalaman yang luas tentang masalah-masalah hidrologi di Afrika dan bagian-bagian dunia lainnya.

SUPREME MASTER TV:
Bagaimana perubahan iklim telah mempengaruhi hidrologi di daerah-daerah lembah seperti Afrika Timur dan Lembah Sungai Nil?

Dr. Ånund Killingtveit:
Hidrologi berhubungan dengan sumber-sumber daya air. Ini tentang sirkulasi, jumlah air, dan distribusi air.

Jadi, itulah elemen dasar dari hidrologi. Di Afrika Timur hidrologi penting sekali, karena hanya ada sedikit air, terutama lembah Sungai Nil.

SUPREME MASTER TV:
Apa dampak kegiatan manusia terhadap sumber-sumber daya air dan proses hidrologi?

Dr. Ånund Killingtveit:
Biasanya kita mengatakan ada tiga cara utama yang mengubah hidrologi.
Satu adalah di negara-negara barat yang disebut urbanisasi. Jika Anda membangun kota-kota kecil,  kota-kota besar, Anda mengubah banyak, karena Anda membangun beton, Anda membangun rumah-rumah sehingga air mengalir dan tidak meresap ke tanah.

Di bagian yang lain, seperti di Afrika, air sungai menghilang. Di tempat-tempat lainnya, ketika Anda menebang pohon, Anda mendapatkan banyak masalah dengan banjir bandang dan erosi.

PEMBAWA ACARA:
Selamat berjumpa kembali di Planet Bumi: Rumah Penuh Kasih Kita. Kita melanjutkan diskusi kita dengan ahli-ahli iklim yang berkumpul untuk konferensi “ Hidrologi di Iklim Arktik” di Spitsbergen, berlokasi kira-kira 1100 km (700 mil) dari Kutub Utara.

PEMBAWA ACARA:

Di Pusat Universitas Svalbard, Norwegia, Dr. Carl Bøggild bekerja sebagai profesor tamu Fisika Salju dan Es.

Ia telah bekerja untuk Survei Geologis Denmark dan Greenland (GEUS) sebagai ahli geologi dan kemudian menjadi ilmuwan riset senior di Departemen Sejarah Lingkungan dan Perubahan Iklim.

Area riset Dr. Bøggild meliputi observasi dan permodelan mencairnya gletser dan lapisan es, proses fisika salju dan krysopherik, pengindraan jarak jauh pada salju dan es, serta hidrologi Arktik.

SUPREME MASTER TV:
Metode-metode baru apa yang dipergunakan untuk pemantauan gletser dan bagaimana metode-metode baru ini mengubah pemahaman kita sehubungan dengan perubahan iklim?

Dr. Carl Bøggild:
Metode-metode tradisional adalah metode-metode manual dimana Anda keluar dan mengebor suatu pancang ke dalam es dan mengukur massa yang hilang.

Itu masih dilakukan, tapi saat ini sebenarnya kita berada dalam kondisi mendapat banyak informasi baru dari satelit, yang tidak kita dapatkan sebelumnya.

PEMBAWA ACARA:
Dr. Jon Ove Hagen adalah profesor Glasiologi di Universitas Oslo, Norwegia.
Pada tanggal 20 Mei 2008, Profesor Hagen diberi penghargaan gelar doktor kehormatan oleh Universitas Silesia di Polandia atas dedikasinya sebagai periset kutub serta atas karyanya dalam memajukan kerja sama antara Polandia dan Norwegia berkenaan dengan glasiologi arktik.

SUPREME MASTER TV:
Professor, apakah kita sedang menghadapi percepatan menghilangnya gletser dengan kecepatan yang mengkhawatirkan?

Dr. Jon Ove Hagen:
Ya, saya pikir kita melihat percepatan mencairnya es yang lebih cepat dari yang diprediksi lima tahun yang lalu, karena apa yang telah kita lihat di sini di Svalbard adalah menghilangnya gletser selama hampir 100 tahun terakhir mulai terjadi sejak tahun 1920-an. 

Tetapi selama sepuluh tahun terakhir ini kita telah melihat tingkat pencairan yang mencengangkan, terutama karena musim pencairan yang lebih panjang dan lebih hangat di musim panas.

PEMBAWA ACARA:
Dr. Ketil Isaksen, seorang periset iklim dari Institut Meteorologi Norwegia menjelaskan tentang situasi rapuh dari wilayah permafrost.

Dr. Ketil Isaksen :
Wilayah permafrost sangat sensitif terhadap temperatur yang lebih tinggi. Kita tahu bahwa wilayah luas, misalnya di Siberia dan Kanada sangat dekat dengan nol, jadi peningkatan sedikit di atas temperatur permukaan akan mencairkan wilayah permafrost yang sangat besar, dan ini mungkin memiliki dampak meningkatnya konsentrasi  gas-gas rumah kaca yang berasal dari permukaan tanah yang naik ke atmosfer, ini juga dapat membuat permukaan tanah menjadi sangat tidak stabil. Ketika Anda pergi gunung misalnya, Anda dapat melihat bahwa tanah menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan risiko longsor es, lebih banyak batu yang jatuh, serta hal-hal sejenis itu.

SUPREME MASTER TV:
Apakah Anda merasa bahwa perubahan iklim saat ini dapat mengancam kelangsungan hidup yang berkelanjutan dan kesejahteraan kita dibandingkan tahun-tahun terakhir?

Dr. Ketil Isaksen :
Ya, tentu saja itu mengancam kelanjutan hidup kita dalam waktu panjang.

Perubahan iklim membuat perubahan mendasar pada sebagian sistem sedangkan kita tergantung secara keseluruhan pada sistem itu.

Saya bicara tentang ekosistem, baik di darat, ekosistem udara, dan juga di lautan, ekosistem lautan.
Kita meredistribusi air secara global, kita mencairkan gletser yang dapat memberi dampak terhadap pasokan air bagi bermiliar-miliar orang.

Kita mungkin harus pindah, karena orang tidak akan tinggal di tempat yang tidak ada airnya.

Jadi, kita menciptakan suatu masalah yang dapat menimbulkan konflik sosial pada skala yang lebih besar, ini sangat mengancam kelangsungan Bumi ini.

PEMBAWA ACARA:

Dr. Eirik J Forland adalah seorang periset Norwegia dengan spesialisasi dalam bidang analisis iklim untuk masa lalu, saat ini, dan masa depan.

Ia juga seorang ahli dalam masalah pengukuran dan analisis pengendapan.  Dr. Forland telah bekerja sebagai periset di Universitas Bergen. Di Institut Meteorologi, Dr. Forland adalah kepala divisi riset iklim.

Dr. Eirik J Forland :
Jadi, kami mendapatkan hasil dari model global tersebut dan kami menganggap keadaan ini sangat memprihatinkan. Kami mendatangi tempat dimana orang-orang telah mengalami dampaknya.
Misalkan, kita kelak dapat mengetahui apa yang akan terjadi dengan curah hujan di masa yang akan datang, apakah sistem saluran di kota Anda dapat menahan curah hujan yang ditunjukkan oleh model iklim masa depan ini?

Bagaimana dengan kombinasi antara curah hujan yang deras dengan salju yang mencair di masa yang akan datang, apakah Anda dapat langsung mengatasinya?

Mengenai salju, apakah atap rumah Anda dapat menahan salju yang sangat tebal?

Jadi, kami mencoba melakukan hal ini, sehingga orang-orang dapat membayangkan apa yang sebenarnya akan terjadi di tempat mereka tinggal.

PEMBAWA ACARA:
Sekarang para ilmuwan sedang bekerja dengan giat, mengamati perubahan dalam sistem hidrologi dan ekosistem lainnya yang terpengaruh oleh perubahan iklim di seluruh dunia.

Penelitian mereka memberikan kita peringatan dini akan perubahan ekologi yang mungkin akan mempengaruhi masa depan manusia serta flora dan fauna.

Kami berterima kasih kepada seluruh ilmuwan atas dedikasi dan pengorbanannya ketika melakukan pekerjaan sehari-hari mereka yang dilakukan dengan cermat serta dalam kondisi yang sangat ekstrem di daerah terpencil, daerah tak berpenghuni, dengan tujuan untuk membawa kesadaran besar kepada kita akan kebutuhan energi yang berkelanjutan serta gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.


trackback : http://www.suprememastertv.com/bbs/tb.php/sos_video_ina/42