Antara Guru dan Murid
 
Lebah dan Kontribusi Mereka bagi Ekosfer - Kumpulan ceramah Maha Guru Ching Hai   
Bagian ke 1
Bagian ke 2
Download    
Saya membaca beberapa laporan. Ya Tuhan, orang-orang yang malang, Begitu banyak bencana sekarang ini. Frekuensi terjadinya semakin sering sekarang, ya? Ya, semakin banyak. Lebih sering dan semakin keras. Lebih hebat. Mengenaskan,orang-orang malang. Yesus! Saya tidak suka semua ini. Sangat buruk, orang-orang malang. Saya berharap bisa memberi mereka lebih banyak daripada itu, tapi ini hanya untuk sementara, untuk kondisi darurat, agar mereka bertahan hidup, hingga bantuan yang lebih besar tiba dari negara kalian.

Ya Tuhan! Sekarang berlanjutnya penurunan jumlah lebah telah berdampak pada hasil pangan. Ini bukan hal yang baru, tapi mereka terus melaporkan bahwa hal itu semakin memburuk sepanjang waktu. Karena jika tidak ada lebah-lebah maka tidak ada penyerbukan, lalu sebagian makanan, sebagian buah-buahan dan sayuran bergantung pada penyerbukan untuk bisa berbuah. Dan sekarang banyak lebah telah mati; dan seluruh koloni kadang-kadang ambruk – mereka menyebut hal itu “runtuhnya koloni.” Jadi sekarang, mungkin saja kita segera tidak mempunyai makanan, belum lagi membicarakan tentang perubahan iklim. Kita bisa saja tidak mempunyai makanan karena tidak adanya penyerbukan. Jadi kalian mungkin harus mulai menanam sesuatu di rumah. Sesuatu yang tidak membutuhkan lebah. Ya, apa pun yang membuat kita bisa bertahan hidup, tetapi ini mengerikan, bencana semacam ini, dan mereka tidak cukup cepat. Semua lebah-lebah itu mati karena gas beracun. Lebah-lebah itu tidak sanggup menahannya. Kita berukuran besar sehingga mungkin kita tidak terlalu merasakan pengaruhnya, dan hewan-hewan besar, ada yang tidak terlalu merasakan pengaruhnya, tetapi beberapa serangga kecil dan lebah, mereka mati karena tidak sanggup menahannya. Terlalu berat bagi mereka! Dan begitu banyak ikan paus dan ikan lumba-lumba, mereka terdampar di pantai dan mati.

Terdapat begitu banyak zona mati di lautan, sama halnya dengan ikan-ikan itu, mereka tidak bisa menahannya. Hal itu mencekik mereka, sehingga mereka berenang keluar dari zona itu – paham? – Berenang keluar dari air yang penuh dengan racun di dalam sana, gas beracun yang telah terlepas! Jadi mereka tidak bisa menahan itu, mereka tidak bisa bernapas, sehingga mereka harus keluar dari wilayah itu. Kalian tahu, seperti halnya jika rumah dipenuhi dengan gas, kalian tidak bisa bernapas dan kalian membuka pintu dan keluar, bukan? Sama halnya dengan mereka. Bagi mereka, mereka hidup dalam air, tetapi jika air itu penuh dengan racun, tentu saja mereka keluar. Tetapi saat mereka keluar, mereka juga mati, karena tidak ada air. Tinggal dalam lautan, mereka mati, keluarpun, mereka mati. Tidak ada pilihan untuk mereka. Ini adalah yang terburuk dari segala kekejaman, di mana orang-orang tidak peduli terhadap lingkungan, dan membiarkan semua makhluk sekarat seperti ini.

Hanya dengan bervegetarian, seberapa sulitkah hal itu? Apakah hal itu sulit? Walaupun ini sulit, namun ini adalah pilihan satu-satunya agar kita bisa bertahan hidup. Lalu mengapa tidak? Bahkan ikan lumba-lumba harus berenang keluar dari lautan, karena mereka pikir mereka bisa bertahan hidup, walau membahayakan hidup mereka, jadi mengapa kita tidak bisa beralih ke diet vegetarian?

Hewan-hewan datang ke planet ini dengan peran khusus. Banyak dari mereka bisa membawa turun kekuatan Ilahi dari Surga, atau kasih, hanya melalui kehadiran mereka, karena mereka sangat terhubungkan dengan yang Ilahi setiap waktu. Beberapa jenis, seperti kuda dan kelinci, bisa melindungi insan-insan pengasuh mereka dari pengaruh-pengaruh negatif, atau meningkatkan kesehatan, keberuntungan bahkan rejeki materi, bahagia atau peningkatan spiritual pada mereka. Mereka mengawasi kita secara diam-diam dan dengan rendah hati mengirimkan berkah ke jalan kita. Beberapa dari mereka berasal dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi; mereka turun dalam bentuk hewan hanya untuk membantu umat manusia atau makhluk-makhluk lainnya di Bumi. Tentu saja, hewan juga punya peran sangat mulia dan penting dalam alam fisik ini. Di lautan, ikan memainkan peran penting untuk secara cepat mendaur ulang nutrisi di dalam ekosistem, yang membantu menopang semua kehidupan laut. Beberapa hewan, seperti zebra, monyet, dan kakatua liar, membantu menyebarkan biji-bijian, sedangkan lebah dan serangga lainnya membantu penyerbukan padi dan tanaman lainnya, dan yang lainnya menjaga kesehatan hutan dan lautan. Hewan secara langsung juga membantu manusia. Kita perhatikan bahwa anjing sangat pengabdi dan pemberani. Mereka adalah pahlawan penolong yang menggali dalam puing untuk membebaskan korban, menjaga orang yang terluka tetap hangat dan hidup dalam salju hingga bantuan tiba, atau dengan sabar melayani yang buta. Mereka bahkan juga menghibur para narapidana, juga memberi kebahagiaan dan efek pengobatan kepada para manula dan pasien-pasien rumah sakit. Ini semua adalah fakta-fakta yang terkenal. Sama halnya, di alam liar, kita bisa mengukur Kualitas Mulia dari hewan-hewan lainnya, seperti angsa, tupai, bebek, dan lain-lain, bahkan juga dengan mengamati bagaimana mereka memperlakukan kaumnya sendiri dan yang lain dengan pantas dan menghormati kehidupan. Sebenarnya, beberapa komunikator telepati hewan berpengalaman telah memberikan kita pesan dari para hewan. Contohnya, anjing laut telah menyampaikan bahwa adalah penting bagi mereka untuk diizinkan tinggal di Bumi – bukan untuk diri mereka sendiri, tapi agar mereka bisa terus melakukan tugas mereka, yaitu menjaga Bumi berada dalam keseimbangan dengan kasih. Anda lihat, anjing laut dan ikan paus memancarkan kekuatan agung yang luar biasa dari kasih Ilahi, suatu kasih tanpa pamrih yang bisa disamakan dengan kasih antara ibu dan anaknya. Mereka membawa dan membagi gelombang kasih ini ke seluruh planet kita. Dikarenakan kurangnya kasih dan kebaikan umat manusia, hewan-hewan seperti anjing laut dan ikan paus telah dilahirkan untuk membantu mengisi kekosongan yang hilang ini, dan kasih inilah yang menopang planet kita dan menjaganya dari kerusakan hingga sekarang. Jadi kita harusnya tidak pernah memburu dan membunuh penolong manusia dan planet yang mulia, ramah ini. Kita juga diberitahu, tentang pesan dari hewan-hewan ternak yang terperangkap dengan sangat menyedihkan di dalam pabrik peternakan. Ya, tidak ada pesan yang jelas, tapi lebih banyak perasaan dari teror, panik dan aniaya yang terus- menerus, karena kondisi-kondisi yang sangat mengerikan seperti ini cukup membuat mereka melupakan misi asal mereka datang ke Bumi ini. Hal itu juga akan cukup untuk membuat kita lupa segalanya, jika kita berada di posisi mereka. Amat menyedihkan bagaimana manusia menyangkal bukan hanya kehidupan mereka dan setiap naluri alami, tetapi juga tujuan bermanfaat dari keberadaan mereka. Kitalah yang amat rugi dengan melihat ciptaan-ciptaan yang agung ini hanya sebagai objek, dan daging untuk dimakan. Melalui meditasi saya telah menemukan bahwa Kualitas Mulia (atau NQ) dari spesies-spesies yang berlainan bisa diukur sebagai persentasi untuk menunjukkan bagaimana mereka mewujudkan kualitas-kualitas kasih dan tidak mementingkan diri. Anjing dan babi, contohnya, masing-masing memiliki NQ yang mengesankan sebesar 30%. Sapi memiliki NQ sebesar 40%. Sebaliknya, hewan-hewan dengan tendensi yang lebih ganas atau pemakan daging memiliki NQ yang lebih rendah. Contohnya singa, memiliki NQ sebesar 3% dan harimau 4%. Dan kalau manusia, sementara sebagian dari kita – Anda tahu, rincian umum – beberapa dari kita punya NQ 10%, banyak dari kita mempunyai hanya 3% Kualitas Mulia. Manusia bisa belajar dari contoh-contoh Kualitas Mulia ini dalam diri sesama penghuni bumi kita. Kita bisa mengembangkan NQ kita kapan saja, pada dasarnya dengan tidak melukai makhluk hidup apa pun, selalu berbuat baik kepada orang lain dalam situasi apa pun, dan dengan terus menjalani diet vegan yang penuh kasih. Dengan langkah-langkah sederhana ini, kita bahkan bisa membantu meningkatkan orang-orang dan hewan-hewan yang berhubungan dengan kita, sama seperti hewan-hewan mulia membantu mengangkat kita dan dunia kita. Itu adalah hak istimewa dari menjadi manusia. Lihatlah, kita bisa berubah. Kita bisa jadi lebih agung. Hewan-hewan, meskipun mereka memiliki kualitas NQ tinggi, Kualitas Mulia, mereka sering tetap begitu. Contohnya, jika hewan-hewan itu memiliki NQ 30% mereka sering tetap begitu. Tetapi kita, meski pun hanya memiliki NQ 3%, 4%, kita mempunyai kesempatan dan peluang untuk berkembang melampaui hewan-hewan itu. 

Ibu Nguyễn Thị Nguyệt: Salam saya kepada Anda, Guru. Maha Guru Ching Hai yang terhormat, apakah peran dari teman-teman sesama penghuni kita dalam hal lingkungan serta kehidupan manusia?

Maha Guru Ching Hai: Halo, Ibu Nguyễn. Terlalu sulit untuk menyampaikan pentingnya setiap teman penghuni bumi bagi lingkungan secara keseluruhan. Para ilmuwan menemukan hal-hal baru setiap hari tentang peran hakiki dari berbagai hewan dan sumbangan mereka bagi ekosfer. Dan hanya karena kita tidak tahu tujuan keberadaan dari sesama penghuni bumi tertentu, kita tidak bisa berasumsi bahwa mereka tidak memiliki fungsi. Setiap mahluk apa pun dalam ciptaan memiliki tujuan untuk membantu mahluk lainnya atau membantu dengan suatu cara. Bantuan mereka mungkin tidak terlihat oleh kita manusia, tapi masih sangat nyata. Namun, hanya sedikit hal-hal yang kita ketahui, kita bisa tercengang oleh kepandaian dan keunikan dari semua bentuk kehidupan di atas planet. Bahkan cacing tanah, yang kecil seperti itu, misalnya, membantu menyuburkan tanah di mana kita bergantung kepadanya untuk makanan kita. Ikan yang bahkan tidak kita lihat membantu mengimbangi perubahan iklim dan menstabilkan habitat dari rekan penghuni laut mereka rekan penghuni laut mereka dengan mempertahankan keseimbangan pH air laut, dan lebah yang kecil; berkontribusi untuk penyerbukan, yang tidak bisa kita gantikan, bukan hanya untuk bunga tapi makanan palawija yang penting. Kita, sebagai manusia bahkan tidak bisa menggantikan pekerjaan mereka. Dalam Alkitab, Tuhan memberikan hewan untuk membantu manusia, tapi ini bukan berarti bahwa mereka tunduk pada kita untuk dieksploitasi. Jika kita manusia hidup dalam kekaguman terhadap keberadaan para hewan, kita juga akan berhenti berpikir untuk memakan mereka. Karena jika kita menghargai bakat mereka yang tidak tergantikan dan macam-macam karunia mereka, kita juga menghargai hidup mereka. Jadi,saya berterima kasih atas pengingatan Anda yang baik, Ibu Nguyễn. Mari kita bantu para hewan, agar mereka bisa bantu kita, agar mereka bisa terus membantu kita dan seluruh planet. Tuhan memberkati Anda.

Ibu Nguyễn: Terima kasih, Guru.

Maha Guru Ching Hai: Tuhan memberkati teman-teman hewan kita.

Louise: Maha Guru, agar kita mendapatkan buah-buahan dan sayuran, tumbuh-tumbuhan, tanaman panenan dan bunga harus diserbuki. Tanpa keberadaan lebah, 80% dari buah-buahan dan sayuran akan lenyap. Belakangan ini, populasi lebah telah berkurang secara dramatis di AS dan Eropa. Apa pendapat Anda penyebab dari hal ini dan apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga populasi lebah kita tetap hidup dan sehat?

Maha Guru Ching Hai: Dengan pola pertanian organik dan makan pangan organik, kita akan membantu populasi lebah. Dilaporkan bahwa ada beberapa penyebab berkurangnya lebah-lebah itu, seperti tanaman panenan yang berasal dari rekayasa genetik, pestisida kimiawi, dan zat-zat penyemprot lainnya untuk tanaman-tanaman. Perubahan-perubahan klimatis juga mempengaruhi lebah-lebah yang sensitif secara lingkungan dan rapuh. Rujukan-rujukan dapat ditemukan dari jurnal Jerman Der Spiegel baru-baru ini. Juga, ada sebuah laporan oleh Dr. Ricarda Steinbrecher, seorang ilmuwan dari Jaringan Aksi Pestisida Asia dan Pasifik dan direktur EcoNexus Inggris, atau dari Asosiasi Lahan, Inggris. Pestisida turunan neonicotinoids dilarang oleh sejumlah negara UE (Uni Eropa) dan mungkin dilarang di seluruh UE dalam waktu dekat ini melalui pemungutan suara, untuk melindungi keselamatan umum dan hewan-hewan liar dari bahan-bahan kimia berbahaya ini, sebagaimana yang dinyatakan oleh Peter Melchett, direktur Asosiasi Lahan tersebut.

Penanya: Hallo, Guru. Hallo. Tahun lalu, koloni-koloni lebah di berbagai tempat di dunia musnah, dan berita mengatakan bahwa sekarang lebih dari 60% telah lenyap sejak tahun lalu. Mereka mengatakan jika itu terjadi lagi tahun ini, kita bisa berakhir dengan tanpa buah-buahan dan sayur-sayuran dalam 2 tahun. Apakah makan makanan organik cukup bagi kita untuk mengembalikan ini? Atau apa lagi yang bisa kita perbuat untuk menolong serangga-serangga tersebut?

Maha Guru Ching Hai: Itu bukan hanya satu hal. Tentu saja, pertanian organik adalah yang terbaik. Itu ideal bagi kesehatan dan planet ini. Saat saya berkata “planet,” yang saya maksudkan adalah semua penghuninya, lebah-lebah dan serangga-serangga dan juga hewan-hewan. Karena jika kita memakai bahan-bahan kimia, maka tentu saja mereka akan mati, cepat atau lambat, besar dan kecil. Itulah sebabnya lebah-lebah menghilang. Saya tidak tahu apa lagi untuk menyerbuki buah-buahan dan sayur-sayuran kecuali apa yang telah disediakan alam bagi kita, dan kita telah menghancurkan ekosistem ini Itu hal yang amat mengenaskan. Sekarang, sekali lagi, pemerintah harus memakai teknik pertanian yang lain. Kebijakan pertanian harus diubah, dari dalam keluar, dari atas ke bawah, dan setiap petani harus mengetahui itu. Jika tidak, bukan hanya koloni-koloni lebah yang musnah, banyak serangga lainnya, banyak serangga-serangga berguna dan banyak hewan-hewan berguna, mereka akan mati. Mereka sedang sekarat setiap hari sekarang, banyak dari mereka, dan saya sama sedih dan frustasinya seperti Anda. Kita harus berdoa untuk bantuan Surga. Dan jika kalian bisa, beritahu petani-petani, pemerintah untuk mengubah hal itu. Kita hanya memakai produk yang bermanfaat untuk pertanian; kalau tidak, kita tidak punya apa pun yang tersisa, seperti yang Anda katakan.

Bpk. Kim Young-Ho: Saya setuju dengan pesan-pesan Maha Guru Ching Hai bahwa semua manusia harus beralih ke pola makan vegetarian untuk mencegah pemanasan global. Saya yakin bahwa pertanian organik yang ramah lingkungan dan yang menyelamatkan hidup, adalah metode pertanian yang paling cocok yang bisa mencegah perubahan iklim, tetapi banyak orang yang masih tidak menyadari betapa pentingnya hal itu. Setelah beralih kepada pertanian organik, saya merasa jauh lebih damai secara mental. Saya merasakan tanah, makhluk-makhluk hidup,dan tanaman-tanaman semua hidup kembali dengan sehat dan merasa hormat terhadap semua kehidupan. Jika kita memakan produk-produk pertanian organik yang menyelamatkan makhluk-makhluk hidup, itu akan memberikan kedamaian dan koeksistensi; karena itu, ini adalah metode pertanian dan gaya pola makan untuk masa depan kita. Saya akan sangat menghargai jika Anda bisa berbagi pesan-pesan Anda dalam aspek batin atau aspek spiritual yang ditawarkan oleh pertanian organik kepada kita.

Maha Guru Ching Hai: Pertanyaan yang bagus. Pertanyaan bagus, Bapak Kim. Terima kasih. Pertanyaan yang bagus. Terima kasih banyak atas pertanyaan yang arif ini. Saat Anda berbicara tentang pertanian organik dan Bumi, kasih Anda kepada makhluk-makhluk hidup sangat jelas dan nyata. Jadi Anda telah menyampaikan beberapa aspek spiritual batin dari pertanian organik melalui kepedulian Anda yang mendalam. Itu sungguh-sungguh merupakan dasar yang paling penting: kasih untuk semua makhluk. Tapi kita bisa membahas tentang hal itu, mungkin, untuk lebih memperjelas hal itu. Tentu saja, saat kita berkata “pertanian organik,” kita hanya berbicara tentang vegan – buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan tumbuhan lainnya saja – tanpa produk hewani, sebab ini jelaslah telah menunjukkan standar hidup dengan tingkat spiritual yang tinggi. Ketika kita hidup dan membiarkan hidup, mengasihi semua makhluk seperti diri kita sendiri, maka itu sudah sangat tinggi spiritualnya, dan tentu saja, itu sejalan dengan semua agama teragung di Bumi. Itu akan sangat menyenangkan Surga. Ini akan memungkinkan kita memberikan penghormatan dan kepedulian kita secara penuh kepada semua kehidupan, dan itu sebabnya Anda merasa lebih damai, ya? Anda merasa lebih terhubung dengan lingkungan disekitar Anda karena mereka semua berdetak bersama kehidupan. Bumi berdenyut dengan kasih dan kehidupan – pohon-pohon, tumbuh-tumbuhan, mereka mendetakkan semua kasih ini bagi hidup, dan kehidupan. Ketika duduk di bawah pohon kita merasakan perlindungan kasih dari pohon itu. Ketika kita menikmati buah yang lezat, kita merasakan keterhubungan dari kasih tanpa pamrih ini yang berasal dari pohon itu untuk memberikan kita nutrisi dan rasa lezat. Jika kita menjalankan tren vegan organik atau menanam dengan metode vegan organik, maka kita akan merasakan semakin banyak – kasih dari alam, kasih dari planet Bumi, kasih dari pohon-pohon, bahkan kasih dari sehelai rumput, dari bunga-bunga. Kita akan merasakan begitu banyak kasih di udara yang kita hirup. Kita merasakan begitu banyak kasih dari Bumi yang kita pijak. Bahkan kita tidak dapat menerangkannya di dalam bahasa manusia; kita harus merasakannya. Saya selalu merasakannya, tetapi saya tidak dapat mengirimkan pesan spiritual ini kepada orang lain. Setiap orang harus mengalaminya sendiri. Begitu kita beralih kepada gaya hidup pola makan vegan yang berwelas asih yang dikehendaki oleh Surga, maka kita akan merasakan semakin banyak kasih, semakin terhubungkan setiap saat, sama seperti yang Anda rasakan. Jadi Anda telah mengalami sendiri untuk berbicara dan memberi tahu orang-orang.

Cara Anda menerangkan pertanian organik, Bapak Kim, terdengar seperti prinsip spiritual yang disebut sebagai “ahimsa”, atau tanpa kekerasan. Ahimsa artinya tidak melukai makhluk apa pun, dimulai dengan pola makan vegan. Pola makan vegan organik adalah yang terbaik. “Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai”. Jika kita menanam benih-benih kebajikan ini di atas Bumi, serta di dalam hati kita, sebagai seorang vegan, kita menghindari semua produk hewani. Contohnya, kebanyakan produksi susu menyebabkan penderitaan, pertama karena bayi-bayi dari induk-induk sapi dipisahkan pada saat mereka lahir. Tidak banyak orang yang mengetahuinya, termasuk saya sebelumnya. Dan bayi-bayi sapi ini akan segera terbunuh. Kekurangan susu dan kasih ibu, mereka akan dibunuh segera setelah dipisahkan. Lalu sang induk dengan paksa dihubungkan kepada mesin yang bisa menyebabkan rasa sakit yang menyiksa seiring dengan kesakitan, hanya agar manusia bisa mengambil susunya.

Contoh lain dari praktik yang membahayakan baik bagi manusia maupun Bumi adalah penggunaan pestisida kimia. Jika Anda bisa bayangkan, lebih dari 5 milyar pon pestisida dipakai di seluruh dunia setiap tahun! Dan bahkan hanya sekitar 10% - 10%! – dari bahan-bahan kimia ini yang mencapai tempat-tempat yang dituju. Jadi sisanya, apa yang terjadi? Bahan-bahan itu masuk ke dalam udara dan air di mana hal itu telah dikaitkan dengan segalanya mulai dari kanker pada manusia dan hewan hingga zona-zona mati di lautan. Di Eropa, satu jenis pestisida ditemukan mengakibatkan miliaran lebah mati di seluruh benua itu, sementara yang lainnya diketahui membuat kulit telur burung menjadi lebih tipis, mengakibatkan kematian bayi-bayi mereka karena kulit itu retak dan pecah sebelum bayi-bayi itu siap untuk “lahir”.

Karena pertanian vegan organik tidak memakai pestisida dan tidak berhubungan sama sekali dengan pemeliharaan ternak, produksi susu, atau kegiatan merusak lainnya, itu bisa disebut praktik welas asih, sejalan dengan Surga, dengan nilai-nilai yang digaungkan oleh banyak aliran-aliran spiritual dan ajaran-ajaran agama, seperti para umat Buddha, umat Konfusius, dan yang tertulis dalam kitab suci mereka. Seperti yang dinyatakan oleh Sutra Dhamapada: “Seorang manusia tidak mulia jika ia melukai  hidup. Ia disebut mulia jika ia tidak melukai makhluk hidup apa pun.” Dan dari ajaran-ajaran mulia dari Konfusianisme: Bagaimana seorang raja suci memperlakukan hewan? Dikatakan: “Ia ingin melihat mereka hidup dan tidak tahan melihat mereka mati. Mendengar ratapan mereka, ia tidak bisa memakan daging mereka karena ia tidak sampai hati melakukan itu.”

Saya hanya membicarakan dua dari agama-agama besar di dunia kita. Dan banyak agama lain mengatakan hal yang sama, Nah, pertanian vegan organik juga menghasilkan manfaat positif bagi karma kita sendiri. “Karma” artinya “ganjaran,” baik atau buruk. Jadi karma mengikuti hukum alam semesta yang berbunyi: untuk setiap tindakan akan ada konsekuensi yang setimpal. Jadi, jika kita melukai atau membunuh makhluk lain, sebagai balasan, kita mungkin dilukai atau dibunuh, cepat atau lambat – bukan “mungkin,” tetapi “pasti akan terjadi.” Pertanian vegan organik dengan pendekatan yang menyebabkan kerugian terkecil bagi makhluk lain, menawarkan beban terkecil dari karma (ganjaran) buruk. Dan kita bahkan bisa melangkah lebih jauh, hanya memanen dari tanaman yang menghasilkan buah, atau dengan cara sehingga tanaman itu tetap tumbuh. Maka lebih baik jika kita menanam sendiri makanan kita seperti Anda, Bapak Kim, sehingga kita bisa, contohnya, memetik daun selada bagian luar saja dan bukannya membunuh tanaman itu. Nyatanya, sebagian praktisi dari suatu agama, yaitu Jainisme, bahkan tidak memakan akar tanaman kerena mereka ingin menghindari secara tidak sengaja menyakiti makhluk-makhluk hidup di dalam tanah, seperti cacing tanah, yang menguntungkan pertanian kita. Mereka ada di sana untuk menyuburkan tanah, memasukkan udara ke dalam tanah agar tanaman kita tumbuh lebih baik, panen kita akan menjadi lebih berlimpah. Mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan kita. Kita bahkan harus memikirkan tentang hidup mereka dan membiarkan mereka hidup dan melindungi hidup mereka.

Manfaat pertanian organik itu amatlah besar, termasuk manfaat-manfaat besar baik bagi kesehatan manusia maupun bagi lingkungan. Pertanian organik sebenarnya memulihkan humus dan bahkan membersihkan udara dan persediaan air. Masih terdapat begitu banyak manfaat di mana kita tidak bisa membuat daftar semuanya dalam beberapa menit. Bahkan baik bagi hewan-hewan, semua mahluk hidup di planet ini termasuk pohon-pohon dan tanah, sebagian karena tidak menggunakan pupuk kimia atau pestisida, yang kebanyakan daripadanya dianggap oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dan Uni Eropa berpotensi menyebabkan-kanker, dan juga memusnahkan koloni lebah kita dan membunuh hewan lainnya yang tidak bisa kita sebutkan semuanya di sini.

Salah satu penelitian AS menunjukkan bahwa jika 8 juta akre pertanian-pertanian yang berproduksi di Amerika Serikat menjadi organik, maka risiko mengkonsumsi pestisida dalam makanan akan berkurang sebanyak 97%, Bisakah Anda bayangkan? Limpasan pupuk kimia dan pestisida juga diketahui berkontribusi kepada zona mati di lautan. Kita membunuh planet kita dengan pestisida dan pupuk kimia. Sekarang, penelitian-penelitian ilmiah telah menemukan bahwa pertanian organik bukan saja mengurangi pemakaian energi dan menghasilkan lebih sedikit CO2, yang membantu pengurangan gas rumah kaca,  tapi itu sebenarnya membuat tanah menyerap hingga 40% emisi CO2 yang ada di udara sekarang ini. Sebelum kita menemukan teknologi apa pun juga untuk mengurangi CO2, atau sebelum kita mengurangi semua kendaraan dan transportasi, jika kita menjadi organik kita sudah mengurangi 40% dari CO2 yang sekarang ini ada di udara, dan emisi harian. Dan, lebih lanjut lagi, hasil organik itu bebas dari organisme yang direkayasa secara genetik, dan kandungan gizinya sebenarnya lebih tinggi dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam secara konvensional. Karena alasan-alasan ini maka dalam kelompok kami, kami memakai sebanyak mungkin hasil pertanian organik. Pertama, untuk mendorong pertanian organik untuk berkembang dan maju dan lebih makmur menuju tren baru yang lebih baik bagi semua orang untuk menikmatinya. Kedua, tentu saja, bagi planet kita, dan ketiga,untuk kesehatan kita dan semua yang ada di planet ini. Saya harap bahwa semua pemerintah di dunia akan mendorong pertanian organik untuk menyelamatkan dunia kita. Berikan mereka subsidi, berikan mereka semua alat-alat yang memudahkan agar petani-petani meneruskan metode pertanian organik mereka karena hal itu bukan saja menolong mereka, tapi juga menolong planet dan semua orang. Saya yakin jika pemerintah mendukung pertanian organik, itu akan cepat sekali menjadi suatu tren baru. Jika pihak pemerintah memimpin barisan dengan pesan bahwa ini adalah cara supaya hijau, dan cara melindungi planet, lalu para petani akan senang untuk menanam lebih banyak makanan vegan. Untuk menyebarkan praktik pertanian organik akan membantu dalam banyak hal. Manfaat dari pertanian organik bagi kehidupan manusia, bagi kesehatan manusia, dan kesehatan para hewan, sumber daya alam dan perlindungan planet kita – semua manfaat ini kita bahkan tidak bisa memperkirakan semuanya di sini. Pertanian organik tidak hanya membantu melindungi planet ini, hal itu bahkan akan membantu menghilangkan kelaparan. Saya hanya menyarankan organik vegan, atau vegan organik.

 
Cari di Semua Acara
 
Video Tanpa Teks Terjemahan
 
Paling populer
 Maha Guru Ching Hai dalam soal Lingkungan: Rahasia Venus Bag.1/14 29 Agustus 2009 Los Angeles, CA, AS
 Sebuah Pertemuan tentang Kecantikan - Bag.1/7 21 Januari 1996 Hsihu, Formosa (Taiwan) (Dalam Bahasa Formosa)
 Nun Shi Hongqing dari China: Breatharian selama Lebih dari 20 Tahun
 Dirk Schröder: Memperluas Batasan - Hidup Penuh Cahaya Bag.1/5
 Jasmuheen: Avatar Menakjubkan Hidup Prana - Bag.1/5
 Lampaui Kesulitan Hidup - Bagian 1 dari 9 31 Desember 1994 - 2 Januari 1995 Hsihu, Formosa (dalam bahasa China)
 Yogi Surya Uma Shankar: Pesan dari Mahavatar Babaji - Bag.1/5 (Dalam Bahasa Hindi)
 Guru Jue Tong: Biarawati Waterian yang Menginspirasi Cina - Bag.1/5 (Dalam Bahasa Cina)
 Zinaida Baranova: Lebih dari satu Dekade Hidup dari Prana - Bag.1/4 (Dalam Bahasa Rusia)
 Maha Guru Ching Hai mengenai Lingkungan: Sebarkan Pesan Vegetarian untuk Melindungi Kehidupan - Cuplikan Diskusi Maha Guru Ching Hai - Bagian 1 dari 7