Wawasan mengenai Penglihatan:Dr. Liou Teng-Chieh tentang Kekuatan Pola Makan Nabati yang Kuat   
 
Wawasan mengenai Penglihatan:Dr. Liou Teng-Chieh tentang Kekuatan Pola Makan Nabati yang Kuat  

Supreme Master TV: Halo, pemirsa yang energik, dan salam jumpa di Hidup Sehat. Kesehatan mata yang bagus adalah aspek penting dari keseluruhan kesehatan badan. Maka, para ibu di seluruh dunia sering membuat anak-anaknya memakan wortel dan sumber beta karoten (vitamin A) lain untuk memperbaiki penglihatannya Banyak penelitian mendukung tindakan seperti ini. Misalnya, laporan tahun 2010 dalam Jurnal Sains Makanan, menyatakan bahwa konsumsi karotenoid lutein dan zeaxanthin beroksigen yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau dan buah dan sayuran berwarna, mendukung kesehatan mata. Terlebih lagi, menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Oxford di Inggris, vegetarian dan vegan 30 sampai 40% kemungkinan lebih kecil menderita katarak dibanding pemakan daging.

Saat ini, kita akan kunjungi Dr. Liou Teng-Chieh, Direktur Oftalmologi di Rumah Sakit Veteran Puli di Formosa (Taiwan), yang berpraktik dibidang oftalmologi selama beberapa dekade, terutama dalam bidang phacoemulsification, pembedahan laser untuk retina dan glaucoma dan pembedahan plastik mata Dari pengalaman klinisnya ini, Dr. Liou menemukan bahwa pola makan vegan membantu pasien meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mencegah penyakit mata.

Dr. Teng-Chieh Liou: Dalam foto ini adalah pasien di rumah sakit kami, Ibu Huang. Dia bahkan belum berusia 30 tahun. Dia mengatakan ia minum susu saat sarapan hampir setiap hari. Bersama dengan susu atau teh susu, dia biasanya makan telur, roti isi, atau makanan lain yang tinggi kandungan protein dan karbohidrat. Sebagai tambahan bagi sarapannya yang sarat produk susu, dia juga suka makan daging. Dia pertama datang ke klinik saya karena pandangan mata kabur. Setelah pemeriksaan, saya temukan dia memiliki lebih banyak masalah termasuk banyak gejala terkait dengan alergi, seperti mata gatal, rhinitis kronis, dan gangguan tidur. Selain dia juga menderita gejala gastro-enterik seperti perut kembung dan sembelit. Dengan lebih banyak pertanyaan terinci, saya pahami bahwa pola makannya lebih banyak terdiri dari protein hewani, terutama susu. Dia mengkonsumsi susu atau produk susu hampir setiap hari. Dengan pemeriksaan fisik, saya temukan pembuluh vena di matanya berbeda dengan orang normal; pembuluh venanya terbelit, yang tidak akan terjadi pada orang-orang di usia semua itu.

Nona Huang: Mungkin dimulai pada awal tahun ini saat saya temukan bahwa pandangan saya buram, seakan tertutupi oleh kabut. Saat saya melihat ke sesuatu untuk waktu yang lama, pandangan mata menjadi ganda saling tumpang tindih. Dokter menemukan bahwa semua ini akibat pembuluh vena terjepit di bawah retina, dia rekomendasikan agar saya berobat ke Rumah Sakit Umum Veteran Taichung untuk pemeriksaan lebih rinci. Dia tidak bisa dengan jelas menentukan penyebabnya. Dia berkata kasus saya perlu pengamatan lanjutan. Saat saya kembali dan berbicara ke pimpinan dokter tentang masalahnya, dia menanyai saya tentang pola makan, termasuk sarapan dan makan siang. Kemudian dia sarankan saya berhenti minum susu. Pada awalnya, saya tidak berpikir meminum susu bisa mempengaruhi penglihatan, jadi saya tidak terlalu peduli dengan sarannya. Saya hanya mengurangi frekuensi minum susu. Namun, saya masih tertekan dengan masalah mata berkepanjangan saya. Jadi, suatu hari saya memilih beralih meminum susu kedelai untuk perubahan Saya beralih ke susu kedelai sekitar sebulan, dan peningkatannya sangatlah jelas. Saat saya berangkat kerja dan melihat ke monitor komputer, penglihatan saya tidak menjadi ganda atau kabur seperti biasanya. Pandangan mata saya menjadi agak normal. Menyadari penigkatan itu, saya perlahan membuat perubahan pola makan. Sebelumnya saya cenderung makan lebih banyak daging dan sedikit sayur dan buah. Perlahan, saya mengurangi konsumsi daging dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Kemudian peningkatan itu bahkan semakin jelas dibanding sebelumnya. Sekarang, hampir 80 sampai 90% gangguan mata saya telah terpecahkan.

Dr. Teng-Chieh liou: Saya rekomendasikan dia untuk mengubah pola makannya dengan mengurangi konsumsi susu, telur, dan daging sebanyak mungkin. Sesudah itu, semua gejala klinisnya, termasuk padangan kabur, insomnia, dan masalah pencernaan yang dikatakannya, meningkat dengan signifikan setelah dia sangat banyak mengurangi protein hewani dalam pola makannya.

Supreme Master TV: Bukan saja pola makan daging yang menyebabkan menambah dalam hal penyakit mata, tapi produk susu juga termasuk penyebab utama katarak. Gula susu atau laktosa dipecah di dalam badan menjadi jenis gula lain, galaktosa, yang bisa merusak lensa mata, menyebabkan katarak. Banyak dokter dan peneliti ahli gizi terkemuka seperti Dr. T. Colin Campbell menyarankan pasien menghindari produk susu dalam rangka meningkatkan kesehatannya.

Dr. Teng-Chieh Liou: Dari pengalaman klinis saya dalam bidang oftalmologi, saya temukan bahwa banyak pasien, termasuk dewasa dan anak-anak, memiliki banyak masalah disebabkan tingginya konsumsi produk susu. Masalahnya termasuk alergi mata merah dan alergi dermatitis pada kelopak mata, yang merupakan peradangan kronis pada kelopak mata. Juga ada masalah yang tidak terkait dengan oftalmologi. Diantaranya rhinitis dan sinusitis, dermatitis, dan bahkan asma. Sebenarnya, kami telah melihat banyak kasus ini di klinik kami. Bagi mereka yang mengubah pola makannya dengan mengurangi konsumsi produk hewani dan susu sampai tingkat minimal, mereka meraih peningkatan dengan sangat jelas. Inilah manfaat kesehatan yang kami amati dari pasien klinik kami terima kasih atas perubahan pola makan mereka.

Kasus berikutnya mengenai wanita berusia 29 tahun, yang merupakan salah satu rekanan saya di rumah sakit. Dia juga mengkonsumsi susu atau keju dengan roti ala barat saat sarapan. Dia agak kelebihan berat. Dia datang berkonsultasi pada saya karena mata gatal. Anda lihat, inilah (jaringan) konjungtif-nya dan di atas itu bisa Anda lihat titik nidi, yang mengindikasikan bahwa dia memiliki alergi konjungtivitis. Selain mata gatal dan konjungtivitis, dia juga menderita sakit rhinitis. Ternyata, dia juga memiliki gejala sakit gastro-enterik seperti gas lambung, diare, dan konstipasi. Faktanya, banyak orang Asia tidak bisa mencerna susu karena kita memiliki lebih sedikit lactase di saluran pencernaan Ada sangat sedikit lactase di dalam perut untuk mencerna laktosa. Maka dari itu, banyak orang Asia memiliki masalah ini saat minum susu. Kita tidak bisa mencerna laktosa, yang menyebabkan gas perut dan diare. Protein yang terkandung dalam susu juga akan menyebabkan gejala alergi dalam badan kita, seperti mata gatal dan rhinitis.

Supreme Master TV: Jika susu menyebabkan sakit mata pada dewasa, penyakit apa yang terjadi pada anak-anak?

Dr. Teng-Chieh liou: Selain itu, di klinik kami, kami sering melihat orang tua memberikan susu kepada anak-anaknya, berpikir bahwa itu penting bagi anaknya untuk mendapat cukup zat gizi seperti kalsium, pada masa anak-anak, jadi bisa tumbuh lebih cepat. Sebenarnya, dalam penelitian klinis, kami temukan anak-anak yang lebih banyak minum susu dan protein hewani cenderung lebih banyak sakit. Satu contohnya adalah anak berusia 14 tahun yang selalu minum susu saat sarapan. Konsumsi susu dalam waktu lama menyebabkan banyak masalah pada anak ini, seperti atopic dermatitis, rhinitis, dan sinusitis. Dia selalu menderita hidung tersumbat, mata gatal, dan konjungtivitis. Selain itu, anak ini juga memiliki masalah kelebihan berat badan akibat konsumsi susu. Kemudian, saya katakan kepada orang tuanya, menyarankan agar berhenti memberikan makanan seperti itu kepada anaknya, karena itulah penyebab sakit kulit, hidung dan sakit matanya.

Supreme Master TV: Katarak, glaucoma, retinopathy, kebutaan dan penyakit serius lainnya seringkali dikaitkan dengan diabetes. Pola makan vegan menekankan makanan rendah lemak, tinggi karbohidrat dan serat, dan kaya vitamin, dan makanya mengurangi level glukosa darah dan risiko menderita berbagai penyakit mata.

Han Jia-pang: Saya sakit diabetes keturunan Sebelumnya, saya tidak tahu cara mengontrol pola makan. Saya hanya makan sebanyak yang saya inginkan, tanpa batasan. Suatu malam, saat saya bangun, saya hanya melihat hitam pekat di mata saya.

Dr. Teng-Chieh Liou: Seorang pria berusia 55 tahun. Dia pernah menderita diabetes, yang menyebabkan sakit retina dan pendarahan besar. Saya memberikannya banyak perawatan penting di rumah sakit, termasuk perawatan laser standar yang digunakan dalam oftalmologi Namun, pada saat itu, pasien ini mendapatkan sangat sedikit kesembuhan setelah menerima perawatan laser ulangan. Kemudian, saya pindahkan ke rumah sakit yang lebih besar untuk pembedahan lanjutan. Pasien ini masih tetap tidak berhasil sembuh sepenuhnya.

Han Jia-pang: Pada pemeriksaan lanjutan, Dokter Liou memberi tahu saya bahwa penyakit saya disebabkan oleh pola makan. Dia mengajarkan cara mengendalikan makan, beralih ke pola makan nabati, dan menghindari makan daging, jadi kesehatan saya akan meningkat.

Dr. Teng-Chieh Liou: Akhirnya, dia membuat perubahan pada makanannya. Dia mengubah pola makan jadi hampir vegetarian dan pola makan vegetariannya sangatlah sehat, yang berarti dia tidak makan makanan yang terlalu diproses. Untuk nasi, dia lebih banyak makan beras coklat atau lima jenis beras. Untuk sayuran, dia hanya makan sayuran putih. Jadi pola makannya sangatlah sehat. Dia katakan hanya memakan makanan, bukan produk makanan. Melalui pola makan seperti ini, dia mencapai peningkatan menakjubkan dengan masalah matanya. Pada awalnya, keadaannya masih mandek. Saat pembuluh darah di matanya rusak, banyak pembuluh darah tidak beraturan muncul di retinanya. Seperti yang Anda lihat pada yang satu ini, ada banyak darah di retinanya. Setelah membersihkannya melalui pembedahan, terjadi lagi pendarahan yang berulang.

Han Jia-pang: Sebenarnya, setelah pembedahan, masih ada sedikit pendarahan kecil, dan sedikit titik gelap di mata saya yang mengikuti penglihatan saya sepanjang hari. Namun, tiga bulan setelah menjalani pola makan nabati, titik gelap itu hilang dan penglihatan saya juga menjadi lebih jelas.

Dr. Teng-Chieh Liou: Setelah dia mengubah pola makannya, saya mengikuti kasus ini selama tiga atau empat tahun, dan gejala pada retinanya telah berkurang. Pendarahan berulang telah berhenti. Lihatlah, retinanya sekarang sangat jelas. gambar di atas menunjukkan jejak dari perawatan laser sebelumnya. Terdapat di seluruh retina. Sekarang bisa Anda lihat, pendarahannya hilang dan retinanya sangat jernih.

Han Jia-pang: Setelah kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, Dokter Liou mengatakan bagian dalam mata saya sangat kering, tidak lembab lagi, karena kelembaban mengindikasikan ada pendarahan. Jadi keadaan saya amat baik. Sejak saat itu penglihatan saya tidak kabur lagi dan saya bisa melihat dengan jelas.

Dr. Teng-Chieh Liou: Keadaan fisiknya secara keseluruhan juga meningkat dengan hebat sampai saat ini. Inilah kasus yang sangat mengesankan dalam catatan klinik saya. Yang menunjukkan bahwa perubahan pola makan bisa membuat perbedaan besar. Selain peningkatan pada matanya, secara keseluruhan kesehatan juga dalam kendali yang bagus, termasuk tekanan darah dan gula darah. Hal ini menggambarkan pola makan kita berdampak besar pada organ tubuh kita.

Han Jia-pang: Dengan mengadopsi pola makan nabati, kita memberikan bantuan kecil bagi Bumi, tapi bantuan yang besar bagi diri sendiri.

Supreme Master TV: Banyak orang berharap memiliki penglihatan bagus. Kenapa tidak mulai hari ini dan biar pola makan nabati organik bergizi, membantu dengan mudah mendapat mata sehat dan menghindari masalah mata yang tidak perlu? Terima kasih kepada Dr. Liou Teng-Chieh yang telah berbagi pengalaman klinik selama bertahun-tahun dengan pemirsa kami dan menjadi teladan vegan. Semoga pekerjaan mulia Anda terus memberikan hadiah penglihatan yang jelas kepada orang-orang Formosa (Taiwan).

Han Jia-pang: Jadilah Vegan, Bertindaklah Hijau untuk Selamatkan Bumi!

Nona Zhang Ming-fang: Jadilah Vegan, Bertindaklah Hijau untuk Selamatkan Bumi!

Untuk informasi lebih lanjut tentang Dr. Liou Teng-Chieh, silakan kunjungi:
www.Pulivh.gov.tw



email to friend Kirim halaman ini buat teman