Norwegia yang Hijau (Bahasa Norwegia)    Bagian ke 2
 
Norwegia yang Hijau (Bahasa Norwegia)  Bagian ke 2
Bagian ke 1 Play with windows media
Bagian ke 2 Play with windows media

Norwegia adalah negara yang dianugerahi dengan sumber alam berlimpah dan pemandangan mempesona, yang meliputi gunungnya yang memiliki puncak indah dan fjord Atlantik Utara yang terkenal di dunia.

Ilmuwan NASA Dr. Jay Zwally mengatakan, es kutub dapat lenyap dalam empat hingga lima tahun. Apa pendapat Anda tentang prediksi ini? Dan apakah prediksi dari PBB?

Bapak Tveitdal: Ya, saya sepakat dengan para peneliti. Masalah ini ada di bawah pengamatan ketat saya. Tetapi, apa yang kita lihat sekarang adalah pengukuran beberapa hari lalu yang menunjukkan bahwa lembaran es jauh lebih kecil daripada tahun lalu di saat yang sama. Dan kemungkinan besar kita akan memiliki lebih sedikit es tahun ini daripada tahun lalu. Yang terjadi adalah bahwa es yang tebalnya dua hingga tiga meter sangat terpapar dan karenanya ia dapat benar pecah dan Kutub Utara akan bebas dari es dalam beberapa tahun.

Supreme Master TV: Jika semua lembaran es mencair, bagaimana peningkatan dramatis air tawar dingin mempengaruhi suhu lautan, dan apa yang akan terjadi sesudahnya?

Bapak Tveitdal: Hal terpenting yang terjadi adalah sinar matahari yang datang, energi matahari, jika Anda punya es atau salju, ia memantulkan 85% energi tersebut. Tetapi, jika perairan terbuka atau bidang tanpa es, maka 85% akan diserap dan hanya 15% yang dipantulkan kembali. Maka, fakta bahwa kita akan memiliki Kutub Utara yang terbuka jauh lebih cepat daripada yang kita pikirkan beberapa tahun lalu, itu akan menyebabkan efek mempercepat, seperti yang telah saya sebutkan di muka. Begitulah bekerjanya.

Supreme Master TV: Pada sidang ke-21 Dewan Pemerintahan PBB di Nairobi Januari 2001, Anda menyatakan, “Permafrost telah bertindak sebagai penyerap karbon, dan permafrost di beberapa area mulai melepaskan karbonnya yang dapat mempercepat efek gas rumah kaca.” Dapatkah Anda beritahukan bagaimana isu ini pada tahun 2008?

Bapak Tveitdal: Ya, tidak banyak orang yang berbicara tentang itu pada saat itu, tetapi sekarang pada tahun 2008, ini adalah masalah yang dibicarakan oleh semakin banyak peneliti. Hal yang membuat kami khawatir adalah jika permafrost mencair, dan itu juga, jika kita kembali kepada apa yang terjadi di Kutub Utara, permafrost mencair jauh lebih cepat daripada yang kita pikirkan sebelumnya, dan karena itu, ada ketakutan akan terlepasnya gas metana dalam jumlah besar, yang adalah gas beracun yang sama seperti di peternakan. Dan itu juga akan mengarah kepada efek pemanasan lebih besar daripada yang telah kita sadari dan yang telah diperhitungkan dari model yang digunakan oleh, misalnya, IPCC saat ini. Dan itu adalah efek yang tidak diperhitungkan dalam prognosis yang ada tentang kenaikan permukaan air laut atau pemanasan.

Supreme Master TV: Dalam menghadapi masalah yang disebabkan oleh perubahan iklim, Bpk. Tveitdal memiliki gambaran jelas tentang apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi isu ini.

Bapak Tveitdal: Hal terpenting saat ini adalah kita bekerja keras mengurangi emisi gas rumah kaca, yang menjadi penyebab pemanasan global dan lebih lanjut, apa yang disebut “efek umpan balik” seperti metana dan apa yang kita juga bicarakan tentang semakin cepatnya efek pemanasan di kawasan kutub dan juga kemampuan daratan dan lautan menyerap CO2. Dan itu tidak diperhitungkan dalam prognosis tentang kenaikan permukaan air laut dan kenaikan temperatur. Dan karenanya, penting untuk segera bertindak mengurangi emisi gas rumah kaca.

Supreme Master TV: Baru-baru ini, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg mengumumkan bahwa negaranya akan menyumbang US$1 miliar kepada Dana Perlindungan Amazon Brasil untuk membantu mencegah penggundulan hutan. Karena cara tercepat dan efektif bagi individu untuk dapat mengurangi emisi gas rumah kaca adalah dengan menerapkan pola makan, Menteri Solheim dimintakan pendapatnya tentang subjek dampak lingkungan dari makan daging.

Supreme Master TV: Apakah pemerintah telah mempertimbangkan perubahan kebijakan agrikultur untuk mengikuti hasil penelitian dari PBB?

Bapak Solheim: Ya, Kementerian Pertanian selalu fokus kepada agrikultur berwawasan lingkungan dan jenis pertanian lainnya menjadi semakin bersesuaian dengan kapasitas alam. Tetapi pada saat yang sama, saya memikirkan perdebatan tentang berapa banyak daging dari negara-negara kaya seperti Norwegia dan AS dan negara lainnya seperti China dapat mengonsumsinya. Itu adalah perdebatan yang harus kita lakukan.

Supreme Master TV: Dapatkah gagasan bagi pemerintah untuk mempertimbangkan penggunaan makanan vegetarian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam makan malam publik untuk memberikan contoh bagi penduduk di negeri ini? Dan dengan begitu, mungkin menjadi pemerintah pertama di dunia yang melakukannya?

Bapak Solheim: Itu gagasan yang brilian! Saya ingin mencari kesempatan untuk melakukan dan mengikutinya. Ya, tentu saja, saya sangat gemar akan makanan vegetarian sehingga tiada pengorbanan untuk saya, sebaliknya, hanya rasa lezat. Saya berjanji akan sajikan makanan vegetarian bagi para tamu demi memperkenalkannya.

Supreme Master TV: Bpk. Tveitdal juga ungkapkan sudut pandangnya tentang efek merugikan dari produksi daging terhadap lingkungan.

Bapak Tveitdal: Pengetahuan terbaik dari sistem PBB adalah bahwa FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) baru-baru ini telah menghitung kontribusi peternakan sebanyak 18% dari emisi global gas rumah kaca. Jelas ini adalah sebuah faktor penting. Dan gas rumah kaca inilah yang menyumbang kepada pemanasan global, jadi ini sangat penting.

Satu sapi, misalnya, melepaskan empat ton metana, yang merupakan gas rumah kaca yang sangat beracun. Dan itu hampir sama seperti rata-rata seseorang di dunia. Itu banyak. Juga efek lainnya dari peternakan adalah kenaikan harga pangan karena ternak menggunakan area yang luas dimana mereka makan rumput tetapi juga karena penanaman jagung, dan lain-lain sebagai makanan ternak. Karena itu, sulit untuk memikirkan masa depan, akan semakin banyak orang masuk dalam kemiskinan, jika kita memiliki makan daging sebanyak yang kita lakukan sekarang. Jadi, saya percaya bahwa kita sedang berjalan menuju komunitas dimana semakin banyak orang harus menjadi vegetarian.

Supreme Master TV: Memilih pola makan nabati adalah cara yang mudah dan efektif dimana orang di seluruh dunia sedang menjalaninya untuk mencapai dengan segera manfaat pendinginan planet. Menteri Lingkungan Hidup Norwegia, Bpk. Erik Solheim adalah salah satu di antara mereka yang mempromosikan pengurangan konsumsi daging.

Bapak Solheim: Saya ingin berkontribusi untuk mengurangi konsumsi daging di Norwegia dan agar kita makan lebih banyak sayuran. Jika saya tidak salah ingat, orang Norwegia makan 70 kg daging tiap orang per tahun Kita harus mengurangi konsumsi daging. Dan salah satu cara untuk melakukan itu tentu saja dengan vegetarian dan hal lainnya selain daging.

Supreme Master TV: Anggota Parlemen Norwegia Inga Marte Thorkildsen juga mendukung penyebaran pesan penting ini bagi kelangsungan hidup planet kita.

Inga: Amatlah penting untuk membuat orang menyadari bahwa konsumsi daging adalah penyebab penting bagi perubahan iklim dan juga krisis pangan di dunia.

email to friend Kirim halaman ini buat teman